Rabu, 08 Januari 2014

Kemandirian akademika demi Masa Depan



Mahasiswa adalah manusia berpendidikan yang telah di tempa demi kesiapan terjun di masyarakat, pada lulusannya yang siap menguasai kemampuan dalam bidang kerja yang bersifat rutin maupun yang belum akrab dengan sifat-sifat maupun kontekstualnya, secara mandiri dalam pelaksanaan maupun tanggung jawab pekerjaannya, serta mampu melaksanakan pengawasan dan bimbingan atas dasar keterampilan manajerial yang dimilikinya.
            Banyak macam perguruan tinggi yang menyiapkan mahasiswanya terjun di masyarakan dengan disiplin ilmu yang berbeda-beda pula, sebagaimana kesesuaian ilmu yang di tuju seperti perguruan tinggi yang bergerak di bidang agama saja,ada juga yang di bidang sains saja dan banyak lagi lainnya, baik itu negeri maupun swasta. Tapi, tak banyak pula lulusannya melenceng jauh pandang dari di siplin ilmu yang yang di tempuhnya bahkan “unconnect”dengan gelarnya.
Namun, pada dasarnya juga mereka lebih menyukai atau menekuni pekerjaan yang di bidang ilmunya ,akan tetapi minimnya kemandirian belajar di tingkat akademiknya membuat mereka kesulitan dengan pendeknya waktu belajar sehingga menimbulkan kesulitan penyesuaian ilmu kembali.Kemandirian belajar menurut Wayne H adalah menekankan sisi-sisi menguntungkan dari usaha bekerja secara kreatif atas prakarsanya sendiri, inisiatif dan panjang akal dari keadaan mempelajari suatu bidang secara intensif, pengembangan disiplin diri, dan belajar teknik-teknik didalam suatu bidang yang telah dipilihnya sendiri (Kartadinata, 2001).
 Beberapa fakta di lapangan dari penelitian, yaitu ada sebagian mahasiswa yang tidak mempunyai catatan kuliah sendiri karena mahasiswa tersebut cukup puas dengan belajar dari fotokopi catatan temannya, ada sebagian mahasiswa tidak mempersiapkan diri terhadap materi kuliah yang akan diajarkan dosen sehingga terkesan sangat asing karena mahasiswa belum pernah mempelajari sebelumnya, ada sebagian mahasiswa yang tidak mengulang kembali materi kuliah yang telah diberikan dosen sesegera mungkin dengan alasan masih banyak kesempatan di waktu lain untuk mengulang materi tersebut, ada sebagian mahasiswa yang belajar bila menjelang ujian semesteran atau bila ada tugas dari dosen yang memerlukan pemahaman.
Hasil observasi yang dilakukan oleh peneliti kurang lebih 1,5 tahun juga didapatkan data bahwa motivasi dan kemandirian belajar pada mahasiswa dalam mendapatkan ilmu melalui proses belajar dan mengajar masih kurang, hal ini dibuktikan dengan ketika proses belajar mengajar ada mahasiswa yang kurang responsive dan bersikap cuek, ketika diberikan tugas, mereka selalu memberikan alasan sudah terlalu banyak tugas yang diberikan, ketika diberikan kisi-kisi ujian, mahasiswa bukannya termotivasi untuk belajar melainkan digunakan untuk bahan membuat contekan, ketika praktek skills lab mahasiswa kurang antusias untuk berusaha mencoba, ketika diberikan waktu untuk mandiri hanya beberapa mahasiswa yang menggunakan kesempatan tersebut akibatnya mereka mendapatkan nilai ujian yang kurang bagus dan banyak yang mengikuti ujian remedial skills lab. Selain itu juga pelaksanaan bimbingan oleh dosen  juga jarang dilakukan. Hal ini mungkin disebabkan oleh tidak adanya protap bagi pelaksanaan bimbingan dosen. Untuk itu peneliti ingin mengetahui apakah ada hubungan antara motivasi belajar, kemandirian belajar dan bimbingan akademik terhadap prestasi belajar mahasiswa.
            Diharapkan kemampuan mahasiswa untuk belajar mandiri sebagai proses intensif yang biasa dilakukan untuk mencapai tujuan belajar atau penguasaan materi pelajaran yang menggunakan berbagai keterampilan atau teknik ilmiah yang kreatif atas prakarsa atau inisiatif diri sendiri yang diwujudkan dalam keberanian menetapkan sendiri tujuan belajar, memilih dan menetapkan materi pelajaran, intensif menggunakan keterampilan belajar, menerapkan teknik-teknik ilmiah dalam fase belajar dan mempunyai prakarsa lebih dibandingkan pengajar. Agar mahasiswa dapat terjun di masyarakat dengan bekal dan kemampuan mumpuni sesuai dengan yang di harapkan sehingga pencapaian yang akan di tuju dapat tercapai dan berguna dengan semaksimal mungkin.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar